Sabtu, 20 Jul 2024
  • Selamat datang di website Ilmu Waris dan Keluarga
  • Selamat datang di website Ilmu Waris dan Keluarga

Menghajikan Orang Lain (Badal Haji)

MENGHAJIKAN ORANG
LAIN (BADAL HAJI)
M. Fatoni Asyhari
0811106389, 26e0e29d

 

Apa itu Badal Haji ?

Badal = Menggantikan. Badal Haji berarti Melaksanakan
Ibadah Haji atas nama orang lain.
  
Siapakah yang boleh dibadalkan ?

      1.  Orang sakit yang tidak bisa diharapkan
kesembuhannya
      2.    Orang yang tidak mampu ke Baitullah
secara fisik
      3.   Orang yang telah wafat
Prioritas Badal Haji untuk siapa dulu ?
      1.    Ibu
      2.    Ayah
Jika salah satu orang tua telah berhaji, maka badalkan yang belum berhaji
      3.    Kerabat terdekat
      4.    Kerabat lainnya
      5.    Orang lain
Siapakah yang dapat melaksanakan Badal
Haji ?
      1.    Orang yang telah berhaji untuk dirinya
sendiri.
      2.    Pria boleh membadalkan wanita.
      3.    Wanita boleh membadalkan pria.
      4.    Satu orang pelaksana Haji hanya untuk
satu orang yang dibadalkan dalam musim haji yang sama.
Untuk siapa pahala Badal Haji ?
ج: إذا كان هذا الشخص الذي وكلته بالحج عن أمك
قد أدى المناسك بنية النيابة عنها فحجه عنها صحيح ، ولكما في ذلك الأجر ولوالدتك ثواب الحج
إن شاء الله، سواء أخذ المال الذي دفعته
إليه أم لم يأخذه، وإذا تركه تعففًا واحتسابًا فهو أعظم لأجره وأحرى لقبول حجه
.
Apabila seseorang itu (Pelaksana Badal)
yang kamu wakilkan hajinya untuk Ibumu telah melaksanakan manasik haji (syarat,
rukun, wajib dan sunnah haji) dengan niat badal haji atas nama Ibumu, maka
hajinya sah. DAN UNTUKMU BERDUA (YANG MEMBIAYAI DAN PELAKSANA BADAL) SERTA
IBUMU MENDAPAT PAHALA HAJI INSYA ALLAH
, baik apakah dia menerima bayaran
yang kamu berikan atau tidak mengambilnya. Apabila dia tidak menerima bayaran
karena iffah (menjaga diri) dan berharap pahala, maka akan mendapat pahala yang
lebih besar dan lebih jelas diterima hajinya.
(Fatwa Lajnah Ad-Daimah Lilbuhuts Al-Ilmiyah
wal Ifta No 57:10)
BADAL HAJI UNTUK USIA LANJUT YANG SAKIT.
عن
أبي رُزَينٍ العُقَيلِيِّ لَقِيطِ بنِ عامرٍ أنَّه أتَى النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ
وسلَّمَ فقالَ يا رسولَ اللهِ إنَّ أبي شيخٌ كبيرٌ لا يستطيعُ الحجَّ ولا العمرةَ ولا
الظَّعنَ فقالَ حُجَّ عن أبيكَ واعتمرْ
الراوي : أبو رزين العقيلي لقيط بن عامر المحدث : ابن الملقن. المصدر : شرح البخاري لابن الملقن الصفحة أو الرقم: 30/384 خلاصة حكم المحدث : صحيح
Dari
Abu Razin Al-‘Uqaili Laqith bin ‘Amir RA, Sesungguhnya ia datang kepada Nabi
صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ  lalu bertanya : Ya
Rasulullah, sesungguhnya ayahku orang yang sudah tua. TIDAK BISA BERHAJI,
BERUMRAH DAN TIDAK BISA JUGA DITANDU. Beliau
صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ َ  bersadba : Hajikanlah untuk bapakmu dan umrahkanlah.
BADAL HAJI UNTUK YANG SUDAH WAFAT.
أتَى رجلٌ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه
وسلَّم فقال له
: إن أُختي نذَرَتْ أن تَحُجَّ، وإنها ماتَتْ، فقال
النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم : ( لو كان عليها دَينٌ أكنتَ قاضِيَه ) . قال :
نعم، قال : ( فاقضِ اللهَ، فهو أحقُّ بالقَضاءِ
(
الراوي : عبدالله بن عباس المحدث
:
البخاري المصدر
:
صحيح البخاري الصفحة أو الرقم: 6699 خلاصة
حكم المحدث
:  صحيح
Dari Abdullah bin Abbas, Datang seorang
laki-laki kepada Nabi
صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ  lalu berkata kepada beliau : Sesungguhnya
saudariku nadzar untuk berhaji, tetapi ia meninggal dunia. Maka Nabi
صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ  bertanya : “Andaikata ia mempunyai hutang, bukankah engkau
akan membayarnya ?”
. Ia menjawab : “Ya”. Beliau kemudian
bersabda : ”MAKA BAYARLAH HUTANG HAJI ITU KEPADA ALLAH, SEBAB ALLAH
LEBIH BERHAK UNTUK DIBAYAR”
BADAL HAJI UNTUK SAUDARA ATAU ORANG LAIN.
أن النبي صلى الله عليه وسلم سمعَ
رجلا يقول
لبّيكَ عن شِبْرِمةَ قال
: من
شِبْرِمةُ ؟ قال أخٌ لي أو قريب لي.
قال : حجَجْتَ
عن نفسكَ
؟ قال لا. قال : حُجّ
عن نفْسِكَ
ثم حُجّ
عن شِبْرِمةَ
الراوي : عبدالله بن عباس المحدث
:
ابن الملقن المصدر
:
تحفة المحتاج الصفحة أو الرقم: 2/135 خلاصة
حكم المحدث
: إسناده على شرط الصحيح
Dari Abdullah bin Abbas, bahwasannya Nabi
 
صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ  mendengar (ketika berhaji) seorang laki-laki mengucapkan talbiyah
haji : Labbaika (kupenuhi panggilanMu Ya Allah) atas
nama hajinya Syubrumah’. Nabi  
صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ  bertanya : “Siapa Syubrumah?”.
Ia menjawab : “Saudara saya atau kerabat saya”. Nabi bertanya : ”Apakah
engkau telah berhaji untuk dirimu sendiri?
”.
Ia menjawab : “Belum”. Maka beliau bersabda : ”BERHAJILAH UNTUK DIRMU
SENDIRI, KEMUDIAN (KELAK) KAMU BERHAJI UNTUK SYUBRUMAH”
Kami siap membantu Bapak/Ibu/Sdr/Sdri untuk urusan Badal Haji.

Artikel Lainnya

Oleh : Ust. H. Mohamad Fatoni Asyhari

Janin Usia 120 Hari Saat Ruh Ditiupkan

Oleh : Ust. H. Mohamad Fatoni Asyhari

Umroh Murah Januari, Februari dan Maret 2016

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar